Friday, May 12, 2006

Dumpling, Bakcang

Hari ini hari libur di Singapore, umat Budha merayakan hari Waisak, Vesak day.
Tadi diajakin temen, Faith & Duncan, ke rumahnya untuk sama2 buat bakcang. Aku sih di sono cuman ikut2an, berhubung nggak bisa bungkusnya. Diajarin ama mamanya temen, jadilah bakcang amburadul bungkusannya susana....
Bahan yang diperlukan: beras ketan, daging babi yang ada lemaknya, chesnut, kacang putih, kacang tanah, dll... sesuaikan dengan kesukaan masing2. Daun pembungkusnya daun bambu kering sedang pengikatnya bisa pake tali rafia maupun tali dari batang pisang (bahasa jawanya gedebog). Sebelum dipake, daun dan tali batang pisang di rendam dalam air dulu, selain untuk mencuci supaya bersih, juga supaya lebih lembut dan mudah untuk dibungkus.
Beras ketannya harus digoreng setengah matang dengan sedikit bumbu, juga bahan2 lainnya harus dimasak dulu sebelum dibungkus sebagai bakcang.
Proses bungkusnya, kalo nggak biasa bisa membingungkan... tapi bagi yang udah biasa kayaknya gampang banget.

Setelah dibungkus, harus di rebus dalam air yang diberi sedikit garam dan daun pandan selama minimal 2-3 jam. Kalo yang punya panci presto bisa 1.5 jam-an. Kalo punya anglo yang pake arang, katanya hasilnya bisa lebih enak lagi... coba aja.

Hari ini buat sekitar 80an bakcang untuk dimakan sama2 ntar malam dalam persekutuan gugus kecil.

Ini sebagian bakcang hasil karya hari ini..... kayak orang jualan bakcang ya. Mau order???

Setelah selesai mbungkus bakcang, sambil nunggu bakcangnya matang, kami malah menikmati ice cream sumbangan dari yang punya rumah, Duncan.
Selain itu juga makan buah-buahan, semangka dan melon.

Pengalaman baru ... belajar mbungkus bakcang!

No comments: