Tuesday, January 15, 2013

Kisah Nyata, Yu Yuan, Malaikat Kecil Penderita Leukemia



"Kisah Nyata, Yu Yuan Gadis Kecil Penderita Leukemia Berhati Malaikat"

Kisah ini terjadi pada tahun 2005 seorang gadis kecil di China yang
menderita penyakit leukemia ganas, tetapi mempunyai hati bak seorang
malaikat. Setelah mengetahui penyakitnya tidak dapat disembuhkan lagi, ia
rela melepaskan semuanya dan menyumbangkan untuk anak-anak lain yang masih
punya harapan serta masa depan.

Sebuah kisah nyata tentang seorang gadis kecil yang cantik yang memiliki
sepasang bola mata yang indah dan hati yang lugu polos. Dia adalah seorang
yatim piatu dan hanya sempat hidup di dunia ini selama delapan tahun. Satu
kalimat terakhir yang ia tinggalkan di batu nisannya adalah “Saya pernah
datang dan saya sangat penurut”. Anak ini rela melepasakan pengobatan,
padahal sebelumnya dia telah memiliki dana pengobatan sebanyak 540.000
dolar yang didapat dari perkumpulan orang Chinese seluruh dunia.

Dia membagi dana tersebut menjadi tujuh, yang dibagikan kepada tujuh anak
kecil yang juga sedang berjuang menghadapi kematian. Dan dia rela
melepaskan pengobatannya. Begitu lahir dia sudah tidak mengetahui siapa
orang tua kandungnya. Dia hanya memiliki seorang papa yang mengadopsinya.
Papanya berumur 30 tahun yang bertempat tinggal di provinsi She Cuan
kecamatan Suang Liu, kota Sang Xin Zhen Yun Ya Chun Er Cu. Karena miskin,
maka selama ini ia tidak menemukan pasangan hidupnya.

Kalau masih harus mengadopsi anak kecil ini, mungkin tidak ada lagi orang
yang mau dilamar olehnya. Pada tanggal 30 November 1996, tgl 20 bln 10
imlek, adalah saat dimana papanya menemukan anak kecil tersebut diatas
hamparan rumput, disanalah papanya menemukan seorang bayi kecil yang sedang
kedinginan. Pada saat menemukan anak ini, di dadanya terdapat selembar
kartu kecil tertulis, 20 November jam 12. Melihat anak kecil ini menangis
dengan suara tangisannya sudah mulai melemah. Papanya berpikir kalau tidak
ada orang yang memperhatikannya, maka kapan saja bayi ini bisa meninggal.

Dengan berat hati papanya memeluk bayi tersebut, dengan menghela nafas dan
berkata, “Saya makan apa, maka kamu juga ikut apa yang saya makan”.
Kemudian, papanya memberikan dia nama Yu Yan. Ini adalah kisah seorang
pemuda yang belum menikah yang membesarkan seorang anak, tidak ada Asi dan
juga tidak mampu membeli susu bubuk, hanya mampu memberi makan bayi
tersebut dengan air tajin (air beras). Maka dari kecil anak ini tumbuh
menjadi lemah dan sakit-sakitan. Tetapi anak ini sangat penurut dan sangat
patuh.

Musim silih berganti, Yu Yuan pun tumbuh dan bertambah besar serta memiliki
kepintaran yang luar biasa. Para tetangga sering memuji Yu Yuan sangat
pintar, walaupun dari kecil sering sakit-sakitan dan mereka sangat menyukai
Yu Yuan. Ditengah ketakutan dan kecemasan papanya, Yu Yuan pelan-pelan
tumbuh dewasa. Yu Yuan yang hidup dalam kesusahan memang luar biasa, mulai
dari umur lima tahun, dia sudah membantu papa mengerjakan pekerjaan rumah.
Mencuci baju, memasak nasi dan memotong rumput. Setiap hal dia kerjakan
dengan baik. Dia sadar dia berbeda dengan anak-anak lain.

Anak-anak lain memiliki sepasang orang tua, sedangkan dia hanya memiliki
seorang papa. Keluarga ini hanya mengandalkan dia dan papa yang saling
menopang. Dia harus menjadi seorang anak yang penurut dan tidak boleh
membuat papa menjadi sedih dan marah. Pada saat dia masuk sekolah dasar,
dia sendiri sudah sangat mengerti, harus giat belajar dan menjadi juara di
sekolah. Inilah yang bisa membuat papanya yang tidak berpendidikan menjadi
bangga di desanya. Dia tidak pernah mengecewakan papanya, dia pun bernyanyi
untuk papanya. Setiap hal yang lucu yang terjadi di sekolahnya di ceritakan
kepada papanya. Kadang-kadang dia bisa nakal dengan mengeluarkan soal-soal
yang susah untuk menguji papanya. Setiap kali melihat senyuman papanya, dia
merasa puas dan bahagia.

Walaupun tidak seperti anak-anak lain yang memiliki mama, tetapi bisa hidup
bahagia dengan papa, ia sudah sangat berbahagia. Mulai dari bulan Mei 2005
Yu Yuan mulai mengalami mimisan. Pada suatu pagi saat Yu Yuan sedang
mencuci muka, ia menyadari bahwa air cuci mukanya sudah penuh dengan darah
yang ternyata berasal dari hidungnya. Dengan berbagai cara tidak bisa
menghentikan pendarahan tersebut. Sehingga papanya membawa Yu Yuan ke
puskesmas desa untuk disuntik. Tetapi sayangnya dari bekas suntikan itu
juga mengeluarkan darah dan tidak mau berhenti. Dipahanya mulai bermunculan
bintik-bintik merah. Dokter tersebut menyarankan papanya untuk membawa Yu
Yuan ke rumah sakit untuk diperiksa.

Begitu tiba di rumah sakit, Yu Yuan tidak mendapatkan nomor karena antrian
sudah panjang. Yu Yuan hanya bisa duduk sendiri dikursi yang panjang untuk
menutupi hidungnya. Darah yang keluar dari hidungnya bagaikan air yang
terus mengalir dan memerahi lantai. Karena papanya merasa tidak enak
kemudian mengambil sebuah baskom kecil untuk menampung darah yang keluar
dari hidung Yu Yuan. Tidak sampai sepuluh menit, baskom yang kecil tersebut
sudah penuh berisi darah yang keluar dari hidung Yu Yuan. Dokter yang
melihat keadaaan ini cepat-cepat membawa Yu Yuan untuk diperiksa. Setelah
diperiksa, dokter menyatakan bahwa Yu Yuan terkena Leukimia ganas.
Pengobatan penyakit tersebut sangat mahal yang memerlukan biaya sebesar
300.000 $. Papanya mulai cemas melihat anaknya yang terbaring lemah di
ranjang. Papanya hanya memiliki satu niat yaitu menyelamatkan anaknya.

Dengan berbagai cara meminjam uang ke sanak saudara dan teman dan ternyata,
uang yang terkumpul sangatlah sedikit. Papanya akhirnya mengambil keputusan
untuk menjual rumahnya yang merupakan harta satu satunya. Tapi karena
rumahnya terlalu kumuh, dalam waktu yang singkat tidak bisa menemukan
seorang pembeli. Melihat mata papanya yang sedih dan pipi yang kian hari
kian kurus. Dalam hati Yu Yuan merasa sedih.

Pada suatu hari Yu Yuan menarik tangan papanya, air mata pun mengalir
dikala kata-kata belum sempat terlontar. “Papa saya ingin mati”. Papanya
dengan pandangan yang kaget melihat Yu Yuan, “Kamu baru berumur 8 tahun
kenapa mau mati”. “Saya adalah anak yang dipungut, semua orang berkata
nyawa saya tak berharga, tidaklah cocok dengan penyakit ini, biarlah saya
keluar dari rumah sakit ini.”

Pada tanggal 18 juni, Yu Yuan mewakili papanya yang tidak mengenal huruf,
menandatangani surat keterangan pelepasan perawatan. Anak yang berumur
delapan tahun itu pun mengatur segala sesuatu yang berhubungan dengan
pemakamannya sendiri. Hari itu juga setelah pulang kerumah, Yu Yuan yang
sejak kecil tidak pernah memiliki permintaan, hari itu meminta dua
permohonan kepada papanya. Dia ingin memakai baju baru dan berfoto. Yu Yuan
berkata kepada papanya: “Setelah saya tidak ada, kalau papa merindukan saya
lihatlah melihat foto ini”.

Hari kedua, papanya menyuruh bibi menemani Yu Yuan pergi ke kota dan
membeli baju baru. Yu Yuan sendirilah yang memilih baju yang dibelinya.
Bibinya memilihkan satu rok yang berwarna putih dengan corak bintik-bintik
merah. Begitu mencoba dan tidak rela melepaskannya. Kemudian mereka bertiga
tiba di sebuah studio foto. Yu Yuan kemudia memakai baju barunya dengan
pose secantik mungkin berjuang untuk tersenyum. Bagaimanapun ia berusaha
tersenyum, pada akhirnya juga tidak bisa menahan air matanya yang mengalir
keluar. Kalau bukan karena seorang wartawan Chuan Yuan yang bekerja di
surat kabar Cheng Du Wan Bao, Yu Yuan akan seperti selembar daun yang lepas
dari pohon dan hilang ditiup angin.

Setelah mengetahui keadaan Yu Yuan dari rumah sakit, Chuan Yuan kemudian
menuliskan sebuah laporan, menceritakan kisah Yu Yuan secara detail. Cerita
tentang anak yg berumur 8 tahun mengatur pemakamannya sendiri dan akhirnya
menyebar keseluruh kota Rong Cheng. Banyak orang-orang yang tergugah oleh
seorang anak kecil yang sakit ini, dari ibu kota sampai satu negara bahkan
sampai ke seluruh dunia. Mereka mengirim email ke seluruh dunia untuk
menggalang dana bagi anak ini.

Dunia yang damai ini menjadi suara panggilan yang sangat kuat bagi setiap
orang. Hanya dalam waktu sepuluh hari, dari perkumpulan orang Chinese
didunia saja telah mengumpulkan 560.000 dolar. Biaya operasi pun telah
tercukupi. Titik kehidupan Yu Yuan sekali lagi dihidupkan oleh cinta kasih
semua orang. Setelah itu, pengumuman penggalangan dana dihentikan, tetapi
dana terus mengalir dari seluruh dunia. Dana pun telah tersedia dan para
dokter sudah ada untuk mengobati Yu Yuan. Satu demi satu gerbang kesulitan
pengobatan juga telah dilewati. Semua orang menunggu hari suksesnya Yu Yuan.

Ada seorang teman di-email bahkan menulis: Yu Yuan anakku yang tercinta
saya mengharapkan kesembuhanmu dan keluar dari rumah sakit. Saya
mendoakanmu cepat kembali ke sekolah. Saya mendambakanmu bisa tumbuh besar
dan sehat. Yu Yuan anakku tercinta. Pada tanggal 21 Juni, Yu Yuan yang
telah melepaskan pengobatan dan menunggu kematian akhirnya dibawa kembali
ke ibu kota . Dana yang sudah terkumpul, membuat jiwa yang lemah ini
memiliki harapan dan alasan untuk terus bertahan hidup.

Yu Yuan akhirnya menerima pengobatan dan dia sangat menderita didalam
sebuah pintu kaca tempat dia berobat. Yu Yuan kemudian berbaring di ranjang
untuk diinfus. Ketegaran anak kecil ini membuat semua orang kagum padanya.
Dokter yang menangani dia, Shii Min berkata, dalam perjalanan proses terapi
akan mendatangkan mual yang sangat hebat.

Pada permulaan terapi Yu Yuan sering sekali muntah. Tetapi Yu Yuan tidak
pernah mengeluh. Pada saat pertama kali melakukan pemeriksaan sumsum tulang
belakang, jarum suntik ditusukkan dari depan dadanya, tetapi Yu Yuan tidak
menangis dan juga tidak berteriak, bahkan tidak meneteskan air mata. Yu
yuan yang dari dari lahir sampai maut menjemput tidak pernah mendapat kasih
sayang seorang ibu. Pada saat dokter Shii Min menawarkan Yu Yuan untuk
menjadi anak perempuannya. Air mata Yu Yuan pun mengalir tak terbendung.

Hari kedua saat dokter Shii Min datang, Yu Yuan dengan malu-malu memanggil
dengan sebutan Shii Mama. Pertama kalinya mendengar suara itu, Shii Min
kaget, dan kemudian dengan tersenyum dan menjawab, “Anak yang baik”. Semua
orang mendambakan sebuah keajaiban dan menunggu momen dimana Yu Yuan hidup
dan sembuh kembali. Banyak masyarakat datang untuk menjenguk Yu Yuan dan
banyak orang menanyakan kabar Yu Yuan dari email.

Selama dua bulan Yu Yuan melakukan terapi dan telah berjuang menerobos
sembilan pintu maut. Pernah mengalami pendarahan dipencernaan dan selalu
selamat dari bencana. Sampai akhirnya darah putih dari tubuh Yu Yuan sudah
bisa terkontrol. Semua orang-orang pun menunggu kabar baik dari kesembuhan
Yu Yuan. Tetapi efek samping yang dikeluarkan oleh obat-obat terapi
sangatlah menakutkan, apalagi dibandingkan dengan anak-anak leukemia yang
lain. Fisik Yu Yuan jauh sangat lemah.

Setelah melewati operasi tersebut fisik Yu Yuan semakin lemah. Pada tanggal
20 agustus, Yu Yuan bertanya kepada wartawan Fu Yuan: “Tante kenapa mereka
mau menyumbang dana untuk saya? Tanya Yu Yuan kepada wartawan tersebut.
Wartawan tersebut menjawab, karena mereka semua adalah orang yang baik
hati”. Yu Yuan kemudian berkata : “Tante saya juga mau menjadi orang yang
baik hati”. Wartawan itupun menjawab, “Kamu memang orang yang baik. Orang
baik harus saling membantu agar bisa berubah menjadi semakin baik”. Yu yuan
dari bawah bantal tidurnya mengambil sebuah buku, dan diberikan kepada ke
Fu Yuan. “Tante ini adalah surat wasiat saya.”

Fu Yuan kaget, sekali membuka dan melihat surat tersebut ternyata Yu Yuan
telah mengatur tentang pengaturan pemakamannya sendiri.

Ini adalah seorang anak yang berumur delapan tahun yang sedang menghadapi
sebuah kematian dan diatas ranjang menulis tiga halaman surat wasiat dan
dibagi menjadi enam bagian, dengan pembukaan, tante Fu Yuan, dan diakhiri
dengan selamat tinggal tante Fu Yuan. Dalam satu artikel itu nama Fu Yuan
muncul tujuh kali dan masih ada sembilan sebutan singkat tante wartawan.
Dibelakang ada enam belas sebutan dan ini adalah kata setelah Yu Yuan
meninggal. Tolong.... dan dia juga ingin menyatakan terima kasih serta
selamat tinggal kepada orang-orang yang selama ini telah memperhatikan dia
lewat surat kabar.

“Sampai jumpa tante, kita berjumpa lagi dalam mimpi. Tolong jaga papa saya.
Dan sedikit dari dana pengobatan ini bisa dibagikan kepada sekolah saya.
Dan katakan ini juga pada pemimpin palang merah. Setelah saya meninggal,
biaya pengobatan itu dibagikan kepada orang-orang yang sakit seperti saya.
Biar mereka lekas sembuh”.

Surat wasiat ini membuat Fu Yuan tidak bisa menahan tangis yang membasahi
pipinya. Saya pernah datang, saya sangat patuh, demikianlah kata-kata yang
keluar dari bibir Yu Yuan. Pada tanggal 22 agustus, karena pendarahan
dipencernaan hampir satu bulan, Yu Yuan tidak bisa makan dan hanya bisa
mengandalkan infus untuk bertahan hidup. Mula mulanya berusaha mencuri
makan, Yu Yuan mengambil mie instant dan memakannya. Hal ini membuat
pendarahan di pencernaan Yu Yuan semakin parah. Dokter dan perawat pun
secepatnya memberikan pertolongan darurat dan memberi infus dan transfer
darah setelah melihat pendarahan Yu Yuan yang sangat hebat. Dokter dan para
perawat pun ikut menangis. Semua orang ingin membantu meringankan
pederitaannya. Tetapi tetap tidak bisa membantunya.

Yu Yuan yang telah menderita karena penyakit tersebut akhirnya meninggal
dengan tenang. Semua orang tidak bisa menerima kenyataan ini melihat
malaikat kecil yang cantik yang suci bagaikan air. Sungguh telah pergi
kedunia lain.

Di kecamatan She Chuan, sebuah email pun dipenuhi tangisan menghantar
kepergian Yu Yuan. Banyak yang mengirimkan ucapan turut berduka cita dengan
karangan bunga yang ditumpuk setinggi gunung. Ada seorang pemuda berkata
dengan pelan “Anak kecil, kamu sebenarnya adalah malaikat kecil diatas
langit, kepakanlah kedua sayapmu. Terbanglah……………” demikian kata-kata dari
seorang pemuda tersebut.

Pada tanggal 26 Agustus, pemakaman Yu Yuan dilaksanakan saat hujan gerimis.
Didepan rumah duka, banyak orang-orang berdiri dan menangis mengantar
kepergian Yu Yuan. Mereka adalah papa-mama Yu Yuan yang tidak dikenal oleh
Yu Yuan semasa hidupnya. Demi Yu Yuan yang menderita karena leukemia dan
melepaskan pengobatan demi orang lain, maka datanglah papa mama dari
berbagai daerah yang diam-diam mengantarkan kepergian Yu Yuan.

Di depan kuburannya terdapat selembar foto Yu Yuan yang sedang tertawa.
Diatas batu nisannya tertulis, “Aku pernah datang dan aku sangat patuh” (30
nov 1996- 22 agus 2005). Dan dibelakangnya terukir perjalanan singkat
riwayat hidup Yu Yuan. Dua kalimat terakhir adalah disaat dia masih hidup
telah menerima kehangatan dari dunia. Beristirahatlah gadis kecilku,
nirwana akan menjadi lebih ceria dengan adanya dirimu.

Sesuai pesan dari Yu Yuan, sisa dana 540.000 dolar tersebut disumbangkan
kepada anak-anak penderita luekimia lainnya. Tujuh anak yang menerima
bantuan dana Yu Yuan itu adalah : Shii Li, Huang Zhi Qiang, Liu Ling Lu,
Zhang Yu Jie, Gao Jian, Wang Jie. Tujuh anak kecil yang kasihan ini semua
berasal dari keluarga tidak mampu. Mereka adalah anak-anak miskin yang
berjuang melawan kematian.

Pada tanggal 24 September, anak pertama yang menerima bantuan dari Yu Yuan
di rumah sakit Hua Xi berhasil melakukan operasi. Senyuman yang mengambang
pun terlukis diraut wajah anak tersebut. “Saya telah menerima bantuan dari
kehidupan Anda, terima kasih adik Yu Yuan, kamu pasti sedang melihat kami
diatas sana . Jangan risau, kelak di batu nisan, kami juga akan mengukirnya
dengan kata-kata “Aku pernah datang dan aku sangat patuh”.

Sumber: Internet

Nb: Untuk Menghormati Yu Yuan Gadis Kecil Penderita Leukemia Berhati
Malaikat, Mari Kita Share Posting Ini Ke Teman-Teman Yang Lain Agar Mereka
Turut Terinspirasi Atas Kebajikan Dan Ketulusan Yu Yuan.

5 comments:

oakleyses said...

nike roshe, nike air max, jordan shoes, air max, polo outlet, christian louboutin shoes, tiffany and co, tiffany jewelry, ray ban sunglasses, replica watches, oakley sunglasses, longchamp outlet, louis vuitton, chanel handbags, nike outlet, nike free run, longchamp outlet, sac longchamp pas cher, oakley sunglasses wholesale, uggs on sale, ray ban sunglasses, tory burch outlet, replica watches, louis vuitton outlet, prada outlet, polo ralph lauren outlet online, christian louboutin, prada handbags, nike air max, christian louboutin outlet, louis vuitton outlet, kate spade outlet, burberry pas cher, ugg boots, cheap oakley sunglasses, gucci handbags, oakley sunglasses, longchamp pas cher, oakley sunglasses, jordan pas cher, nike free, christian louboutin uk, louis vuitton, ugg boots, michael kors pas cher, louboutin pas cher, polo ralph lauren, louis vuitton outlet, ray ban sunglasses

oakleyses said...

mulberry uk, nike air max, michael kors outlet, true religion jeans, burberry outlet, burberry handbags, michael kors outlet, polo lacoste, michael kors, north face uk, michael kors outlet online, michael kors outlet online, oakley pas cher, guess pas cher, kate spade, vans pas cher, sac vanessa bruno, michael kors outlet, true religion outlet, uggs outlet, coach purses, abercrombie and fitch uk, hollister pas cher, new balance, nike air max uk, true religion outlet, ralph lauren uk, hollister uk, nike air max uk, sac hermes, replica handbags, michael kors outlet online, uggs outlet, lululemon canada, coach outlet store online, converse pas cher, timberland pas cher, nike air force, coach outlet, michael kors, north face, true religion outlet, nike roshe run uk, nike tn, nike blazer pas cher, hogan outlet, ray ban uk

oakleyses said...

valentino shoes, babyliss, asics running shoes, celine handbags, chi flat iron, converse outlet, north face outlet, reebok outlet, louboutin, mcm handbags, nike huaraches, timberland boots, instyler, p90x workout, bottega veneta, mac cosmetics, ralph lauren, insanity workout, nike air max, jimmy choo outlet, soccer jerseys, nike roshe run, nike air max, ferragamo shoes, new balance shoes, hollister, hermes belt, converse, nike trainers uk, iphone cases, giuseppe zanotti outlet, baseball bats, oakley, mont blanc pens, ghd hair, ray ban, wedding dresses, hollister clothing, lululemon, hollister, nfl jerseys, longchamp uk, vans outlet, beats by dre, north face outlet, vans, soccer shoes, herve leger, abercrombie and fitch, gucci

oakleyses said...

canada goose outlet, barbour uk, pandora uk, moncler, canada goose, canada goose outlet, canada goose jackets, canada goose, toms shoes, swarovski crystal, links of london, moncler outlet, ugg,uggs,uggs canada, ugg uk, pandora jewelry, wedding dresses, moncler, ugg pas cher, moncler outlet, pandora jewelry, canada goose outlet, karen millen uk, doudoune moncler, supra shoes, louis vuitton, ugg,ugg australia,ugg italia, canada goose, hollister, juicy couture outlet, louis vuitton, lancel, juicy couture outlet, coach outlet, canada goose uk, louis vuitton, moncler uk, louis vuitton, pandora charms, montre pas cher, moncler, swarovski, marc jacobs, moncler, replica watches, barbour, thomas sabo, louis vuitton, ugg

raybanoutlet001 said...

cheap mlb jerseys
yeezy boost 350
kobe basketball shoes
chrome hearts online
ray ban uk,cheap ray ban sunglasses
ray ban sunglasses
http://www.cheap--jordans.us.com
http://www.jordansforcheap.us.com
adidas nmd runner
oakley vault
chrome hearts wholesale
tiffany and co jewelry
fitflops clearance
nike zoom running shoe
fitflops
http://www.tiffanyand.co.uk
yeezy boost 350
adidas tubular sale
cheap uggs
ray ban sunglasses,ray ban outlet,ray ban sale,cheap ray bans,cheap ray ban sunglasses,ray ban sunglasses outlet,ray ban,rayban,ray bans,ray-ban,raybans,ray ban wayfarer,ray-ban sunglasses,raybans.com,rayban sunglasses,cheap ray ban
http://www.tiffanyandcojewellery.us.com
http://www.yeezyboost350.uk
tiffany and co outlet
chrome hearts
nike zoom
cheap retro jordans
tiffany and co jewellery
adidas tubular runner
kobe shoes
http://www.cheap-airjordans.us.com
mlb jerseys
ralph lauren online,cheap ralph lauren
nfl jerseys from china
huarache shoes
true religion sale
oakley sunglasses,oakley vault,oakley sunglasses cheap,oakleys,oakley.com,sunglasses outlet,cheap oakley
yeezy boost 350